PENGALAMAN UMROH SAAT PANDEMI DAN BIAYA UMROH SAAT PANDEMI

Umroh sepanjang pandemi mempunyai tantangan sendiri. Selain membutuhkan dokumen tambahan harganya pun lebih mahal. Salah seorang jamaah Indonesia mengatakan pengalamannya saat umroh sementara pandemi.

 

“Umroh sementara pandemi sebenarnya sangat berbeda. Karena kita tingkatkan dokumen layaknya hasil tes usap paling lambat 48 jam. Apabila negatif bisa berangkat. Tapi jikalau positif maka penerbangan akan dijadwalkan ulang dan akan baru bisa berangkat dan sampai jikakalau hasil tes usap telah negatif dan terlihat sehat” kata Direktur Utama Jazirah Iman Travel, Alfiah Putri Iriyanto kepada Republika.co.id, Rabu (7/4).

 

Alfiah merupakan tidak benar seorang dari tim delegasi umrah Kesatuan Tour Travel Haji Umroh Republik Indonesia (KESTHURI) yang berangkat pada 24 November 2020.

 

Sebenarnya para jamaah bisa menentukan maskapai yang diinginkan. Akan tetapi sementara Alfiah berangkat kebetulan yang ada cuma Saudi Airlines.

 

Namun, pihak maskapai sementara itu tidak menerapkan jaga jarak. Para penumpang duduk layaknya suasana normal saling berdekatan.

 

Saat para jamaah tiba di kota Jeddah dokumen serta identitas mereka diambil dan diperiksa. Lalu mereka diarahkan ke hotel di Makkah untuk jalankan karantina sepanjang tiga hari. Selama perjalanan mereka naik bus yang telah diatur jarak daerah duduknya dan 48 jam sehabis tiba, mereka dites usap.

 

“Apabila hasilnya negatif kita boleh muncul jalankan ibadah. Tapi kalau hasilnya positif, kita terpaksa terpisah dari group karena perlu isolasi ulang sepanjang sepuluh hari. Kalau sehabis sepuluh hari hasil tesnya negatif, baru bisa ibadah” ujar dia.

 

Dia menyebut pemerintah Saudi sangat ketat didalam menerapkan prosedur kesehatan. Para jamaah asing tidak bisa sembarang muncul masuk Masjidil Haram atau Masjid Nabawi. Mereka cuma bisa masuk setiap sementara shalat tiba.

 

Untuk memasuki kawasan masjid mereka perlu memanfaatkan aplikasi bernama I’tarmana. Sayangnya aplikasi tersebut cuma bisa diakses oleh warga negara Saudi dan orang yang bermukim di Saudi.

 

“Kalau kita kan bverasal kota dan dari luar kita ada yang mendaftarkan serta memverifikasi dari orang yang bertugas menerbitkan visa pihak muassasah. Kita umrohnya telah diatur jadwalnya dan tidak boleh melalui karena dari id card yang sedia kan adalah kementerian haji dan umroh Arab Saudi” mengetahui dia. 

 

Untuk informasi soal biaya umroh, silahkan kunjungi laman resmi arofahmina.co.id untuk informasi lebih lanjut

Comments

Popular posts from this blog

Cara Organik Meningkatkan Followers di Instagram

Fakta Pembangunan Rumah dan Gazebo Kayu, Wajib Baca!

Mengenai Pentingnya Backlink Dalam SEO